SMKN 1 Godean Peringati Hari Keistimewaan DIY melalui Apel Pagi
Godean, 31 Agustus 2026 — SMK Negeri 1 Godean memperingati Hari Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan melaksanakan Apel Pagi pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Godean tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan.
Hari Keistimewaan DIY menjadi momentum untuk mengenang dan memahami perjalanan sejarah Yogyakarta, khususnya pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peringatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Yogyakarta.
Baca juga : SMKN 1 Godean Meriahkan Hari Anak Nasional dengan Senam Bersama dan Siaran LangsungBertindak sebagai Pembina Apel, Barmawi Umar, S.Pd., WKS Hubinmas SMKN 1 Godean, menyampaikan bahwa peringatan Hari Keistimewaan DIY bukan sekadar mengingat sebuah tanggal dalam sejarah, tetapi harus menjadi momentum untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan sejarah serta budaya Yogyakarta.
“Peringatan ini bukan sekadar mengingat sebuah tanggal dalam sejarah, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan sejarah serta budaya Yogyakarta,” ungkapnya dalam amanat apel.
Baca juga : PROJEK KOKURIKULER SEMESTER GANJIL SMKN 1 GODEAN TAHUN AJARAN 2025/2026
Dalam amanatnya, Barmawi Umar menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya akan nilai budaya. Nilai-nilai seperti unggah-ungguh, tata krama, gotong royong, tepa selira, dan menghormati sesama merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengetahui sejarah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Ucapan Terima Kasih kepada Sponsor HUT ke-61 SMKN 1 Godean“Sebagai generasi muda, tugas kita bukan hanya mengetahui sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Di lingkungan sekolah, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap sederhana, seperti bersikap sopan kepada guru, menghargai teman, disiplin dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menjaga kebersihan dan lingkungan sekolah.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya global.
“Jangan sampai kita menjadi generasi yang bangga dengan budaya dari luar, tetapi lupa dengan budaya sendiri. Menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan jati diri,” tegasnya.
Peringatan Hari Keistimewaan DIY sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat Yogyakarta memiliki sejarah dan identitas budaya yang luar biasa. Generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai tersebut.
“Kenali budayanya, pahami nilainya, dan teruskan kepada generasi berikutnya,” menjadi pesan yang disampaikan dalam amanat apel.
SMKN 1 Godean Galang Donasi untuk Korban Bencana di NTT
Selain menyampaikan pesan tentang budaya dan keistimewaan Yogyakarta, dalam amanatnya Barmawi Umar juga mengajak seluruh keluarga besar SMKN 1 Godean untuk menunjukkan nilai gotong royong dan tepa selira melalui aksi kemanusiaan.
Hal tersebut berkaitan dengan bencana gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana serta menindaklanjuti edaran dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, seluruh elemen SMKN 1 Godean diimbau untuk turut serta dalam penggalangan donasi.
Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui BAZNAS DIY untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ajakan tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana nilai-nilai budaya yang disampaikan dalam peringatan Hari Keistimewaan DIY dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, tepa selira, kepedulian, dan menghormati sesama tidak hanya menjadi nilai yang diucapkan, tetapi juga diterapkan melalui tindakan nyata.
Melalui kegiatan Apel Pagi ini, SMKN 1 Godean berharap seluruh warga sekolah semakin memahami makna Keistimewaan DIY sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaga budaya Yogyakarta dan menumbuhkan semangat kemanusiaan.
Hari Keistimewaan DIY menjadi momentum untuk terus mengenal sejarah, menghargai budaya, menjaga jati diri, dan menghadirkan nilai-nilai Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari.